Contribution Class Hadirkan dr.Gamal Albinsaid sebagai Pemateri

Seminar Kan Gen Water dalam Pertemuan Dharma Wanita FEB UB
25 August 2017
Pelatihan Penggunaan SpreadSheet untuk Menunjang Kegiatan Jurusan Akuntansi
28 August 2017

Salah satu dari The Most Impactful Social Innovator in The World sekaligus CEO dari Yayasan Indonesia Medika, dr.Gamal Albinsaid turut hadir sebagai pemateri dalam salah satu rangkaian acara PKKMABA, yaitu Contribution Class. Acara Contribution Class sendiri merupakan krima pertama dari rangkaian PKKMABA yang diadakan di GOR Pertamina Universitas Brawijaya pada Minggu (27/8) kemarin. dr.Gamal Albinsaid membawakan materi tentang New Era Of Social Entrepreneurship In Health Care, dimana di dalamnya tersirat makna peran dan fungsi mahasiswa serta Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Di awal materi, dr.Gamal berbagi pengalamannya selama kuliah serta menyarankan kepada mahasiswa baru untuk memastikan tiga hal sebelum memutuskan pilihan. Yang pertama adalah memastikan bahwa itu adalah yang disukai, kedua memastikan itu adalah yang dikuasai, dan yang ketiga memastikan itu bermakna untuk diri sendiri dan orang-orang di sekitar. “Pekerjaan yang paling enak itu hobi yang dibayar”ujar pendiri Siapapeduli.com dan Hamedika.com ini.

dr.Gamal juga mengungkapkan bahwa tidak ada keberhasilan di masa tua yang didapatkan dari bersenang-senang di masa muda. “Masa depanmu ditentukan oleh bagaimana kamu menghabiskan waktumu setiap hari”ungkapnya. Beliau juga berpesan agar tidak mengorbankan kebaikan hanya untuk kesenangan semata. “Tetaplah berjalan di jalan kebaikan, karena sesunggunya kebaikan adalah jalan Allah. Sehingga orang yang berada di jalan kebaikan juga tengah berada di jalan Allah”tambahnya. Tak lupa pula, dr.Gamal menyarankan untuk mengerjakan sesuatu dengan ikhlas, karena orang yang ikhlas dan tidak ikhlas bisa saja melakukan hal yang sama, akan tetapi hasilnya pasti akan berbeda.

Memasuki sesi selanjutnya, mahasiswa baru menanyakan bagaimana cara bangkit dari kegagalan serta cara memulai suatu usaha. dr.Gamal menjawab bahwa cara bangkit dari kegagalan yaitu dengan cara menikmati kegagalan itu sendiri, bersabar serta senantiasa berprasangka baik kepada Allah. Sedangkan untuk memulai suatu usaha, dr.Gamal menjawab bahwa caranya dimulai dari hal yang kecil. “Mulai dari apa yang kamu punya, apa yang kamu bisa, mulai dengan sesederhana mungkin, dan usahakan tetap konsisten”ujarnya. Akhir kata, Beliau berpesan kepada mahasiswa baru untuk segera menemukan passion dan segera memulai usaha di usia mereka yang masih muda.(vq)

Fiki Putri
Fiki Putri
Reporter Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya