DELEGATES SEMINAR AND CALL FOR PAPER IQTISHODUNA 2015 UNIVERSITY OF AIRLANGGA

Idul Adha Tour “Sharing to Fellow in the Day of Fitr”
24 September 2015
(Indonesia) Financial Accounting Update Series: “PSAK 46 Revisi (Akuntansi Pajak Penghasilan) dan Pembahasan Isu-Isu Pokok Kontemporer”
26 September 2015

Indonesia merupakan negara muslim terbesar di dunia dengan jumlah penduduk muslim hampir 85% dari total penduduk Indonesia.Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia sudah sewajarnya Indonesia menerapkan sistem ekonomi berbasis syariah dalam kegiatan ekonominya dalam rangka menyejahterakan masyarakatnya dan memperkokoh perekonomian nasional.Tetapi sayangnya sistem ekonomi syariah belum diterapkan sepenuhnya dalam sistem perekonomian nasional.Sistem ekonomi syariah dapat menjadi solusi dari krisis ekonomi yang terjadi akhir-akhir ini.Hal itu dibuktikan dengan mampu bertahannya perbankan syariah di tengah-tengah kolapsnya bank-bank umum pada masa krisis ekonomi tahun 1998.Sejak saat itu,sistem ekonomi syariah mulai mendapat perhatian dari pemerintah dan masyarakat.

Berkembang pesatnya jumlah lembaga keuangan syariah turut menjadi faktor berkembangnya sistem ekonomi syariah selama kurang lebih satu dekade ini.Masyarakat mulai menyadari keburukan dari sistem ekonomi berdasarkan prinsip riba dan mulai merasakan manfaat dari sistem ekonomi syariah yang berdasarkan prinsip bagi hasil.Dicanangkannya GERAKAN EKONOMI SYARIAH (GRES) pada tahun 2013 lalu menjadi awal yang baik bagi perkembangan ekonomi syariah di Indonesia.

Perkembangan sistem ekonomi syariah tidak bisa dilepaskan dari peranan lembaga keuangan syariah.Lembaga keuangan syariah dibagi menjadi dua yaitu lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan nonbank.Lembaga keuangan syariah menjadi salah satu elemen penting dalam membangun perekonomian masyarakat di dalam sistem ekonomi syariah.Lembaga keuangan syariah sebagai lembaga perantara antara pihak yang kelebihan dana (surplus unit) kepada pihak yang kekurangan dana (defisit unit) dengan berlandaskan pada nilai-nilai syariat Islam.Cita-cita dan tujuan dari sistem ekonomi syariah adalah terwujudnya masyarakat madani yang sejahtera dari aspek spiritual dan materi serta tercapainya falah yaitu kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat kelak.

BENTUK KEGIATAN

Kompetisi ini ditujukan untuk mahasiswa/i dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di seluruh Indonesia.Kompetisi call for paper dibagi menjadi 3 tahap.Tahap pertama yaitu seleksi abstrak dimana para peserta mengirimkan abstrak dari paper yang akan mereka proyeksikan.Tahap kedua yaitu seleksi paper.Peserta yang lolos seleksi abstrak,akan mengirimkan full paper dari abstrak yang telah mereka buat sebelumnya.Tahap ketiga adalah presentasi dan study case,akan diambil 10 tim terbaik dari seleksi paper sebagai finalis call for paper Iqtishoduna yang akan mempresentasikan karya tulisnya dan study case di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga Surabaya.Tema dari call for paper ini adalah “Membangun Perekonomian Masyarakat Madani Melalui Lembaga Keuangan Syariah”

SUSUNAN ACARA

Techincal Meeting

Hari,tanggal :Rabu, 30 September 2015

Waktu : 18.00 WIB – selesai

Tempat : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga

 

Seminar Nasional

Hari,tanggal : Kamis,1 Oktober 2015

Waktu : 08.00 WIB – selesai

Tempat : Aula Garuda Mukti Rektorat Kampus C Universitas Airlangga

 Presentasi dan Study Case

Hari,tanggal : Jum’at,2 Oktober 2015

Waktu : 08.00 WIB – selesai

Tempat : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga

Field Trip

Hari,tanggal : Sabtu,3 Oktober 2015

Waktu : 06.30 WIB – selesai

Contact Person:

Azhar Syahida (085712297226)

Sintia Farach Dhiba (085791331788)

Di upload oleh : agus widyatama
Di upload oleh : agus widyatama
Pengelola Sistem Informasi dan Kehumasan (PSIK FEB UB)