Doktor Baru : Suwitho

UB Career Expo-IX
2 July 2011
IMF, Lagarde, dan Krisis Yunani
6 July 2011

Keberadaan sektor ritel ditandai dengan ritel tradisonal yang beroperasi di pasar tradisional dan ritel modern yang beroperasi di pusat pembelanjaan modern/ pasar modern (Pali dan Murwani, 2007). Usaha ritel di Indonesia mengalami perkembangan cukup pesat pada beberapa tahun terakhir ini, dengan berbagai format serta jenisnya, namun terjadi kesenjangan antara pasar tradisional dan pasar modern. Pangsa pasar dan kinerja usaha pasar tradisional menurun, sedangkan pasar modern mengalami peningkatan. Hal inilah yang menjadi latar belakang pada studi yang mempelajari lebih lanjut mengenai pelanggan ritel tradisional yang khususnya untuk daerah Jawa Timur.

Hal tersebut disampaikan oleh Suwitho dalam penelitiannya yang berjudul “Pengaruh Pemasaran Relasional dan Kualitas Layanan Terhadap Kepuasan dan Loyalitas Pelanggan” (Studi Pada Pelanggan Ritel Tradisional di Jawa Timur). Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisa pengaruh pemasaran relasional kepuasan pelanggan ritel tradisional dan loyalitas pelanggan ritel tradisional serta tingkat kepuasan akan pelayanan bagi pelanggan ritel tradisional.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelanggan ritel tradisional di Jawa Timur dapat ditingkatkan dengan cara meningkatkan intensitas implementasi pemasaran relasional, terutama dengan memperlakukan secara lebih baik pelanggannya dibanding yang bukan pelanggan, dengan cara seperti itulah tingkat kepuasan pelanggan akan meningkat dan semakin loyal untuk menjadi pelanggan ritel tradisonal.

Suwitho dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar Doktor Ilmu Ekonomi setelah melalui ujian disertasi yang dipromotori oleh Prof. Armanu Thoyib, SE., M.Sc., Ph.D (Promotor), Prof. M. S. Idrus, SE., M.Ec., Ph.D (Co. Promotor), Prof. Dr. Margono Setiawan, SE., SU (Co. Promotor) dan dengan tim dosen penguji yang diantaranya Prof. Dr. Djulmilah Zain, SE, Prof. Dr. Surachman, SE., M.Sie, Dr. Ir. Solimun, MS serta tim dosen penguji dari luar yang diantaranya adalah Prof. Dr. Sri Wahyuni Astuti, MS dan Prof. Dr. Ketut Rahyuda, SE., M.Sie.

(Nug/Yb)