(Indonesia) Auditing Update Series II 2015: Menelaah Lebih Dalam tentang Audit Planning dan Risk Assesment

Rise of Indonesian Enterpreneur Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi
9 November 2015
(Indonesia) FEB UB Selenggarakan Vicon dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekenomian
10 November 2015

Senin (9/11), Jurusan Akunatnsiv (JA), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) menggelar acara Accounting Update Series (AUS )II dengan tema “From Theory to Practice”. Ini merupakan kali kedua JA FEB UB menyelenggarakan acara AUS dengan mengundang Drs. M Yusuf Wibisana, M.Ec., CPA (Partner Price Waterhouse Cooper Indonesia, Ketua DSAK Syariah, dan Dosen Universitas Brawijaya) sebagai pemateri.

Bertempat di Aula Gedung F FEB UB, gelaran ini dihadiri oleh lebih dari 100 orang peserta. Para peserta terdiri dari berbagai kalangan, mulai mahasiswa, dosen, hingga para praktisi. Materi yang dipaparkan meliputi Audit Planning dan Risk Assesment dalam proses Auditing. Dalam penjelasannya, Drs. M Yusuf Wibisana, M.Ec., CPA menerangkan bahwa beberapa dekade belakangan ini, terjadi kesalahpahaman tentang Audit Planning, dimana banyak auditor menganggap bahwa proses ini tidak terlalu penting. Padahal melalui proses ini auditor dapat menerawang risiko auditing dan membantu dalam melakukan direct risk analysis. “Efektifitas dan efisiensi suatu audit dipengaruhi oleh kualitas dari Audit Planning-nya,” jelas Beliau.

Proses dalam melakukan audit planning dimulai dari tahap Client Acceptance and Continuence, yaitu proses research terhadap klien untuk mengetahui risiko dalam mengaudit laporan keuangannya. Hal ini dilakukan melalui Audit Clearance yaitu meminta referensi audit dari auditor sebelumnya. Kemudian dilanjutkan dengan tahap Understand Client Business and Industry untuk mengetahui lebih dalam tentang bisnis atau industri yang akan diaudit. Selanjutnya, Understand and Evaluate Internal Control dengan melihat desain bisnis, kontrol yang dilakukan, hingga memahami behavior direksi. Tahap selanjutnya yaitu, Risk Assesment Procedure yang dilakukan melalui Business Analitical Framework melalui analisis praktik bisnis yang dilakukan perusahaan dengan SWOT Analysis, Operation Of Entity, dan Market Shares. Tahap selanjutnya adalah Inquiry As A Risk Assesment Procedure dimana auditor eksternal dapat bekerjasama dengan auditor internal dalam hal memperoleh data. Hal ini dapat dilakukan sebab pada dasarnya auditor internal juga sepantasnya memegang prinsip independen dari entitasnya. Selain itu, auditor eksternal juga harus memahami auditor internal baik kualifikasi maupun program penelitiannya. Tahap akhir merupakan Calculating Materiality for Ris Assesment, yang dilihat dari performa manajemen dan penilaiannya dihitung dari laporan keuangan yang di setahunkan (annualized).

Dalam pemaparannya Drs. M Yusuf Wibisana, M.Ec., CPA juga menyelipkan beberapa praktik dalam tahapan Planning Auditing dan Risk Assesment tersebut, seperti Business Analitical Framework, Risk Assesment Framework, dan Kick Off Meeting. Pada dasarnya, melalui praktik tersebut diharapkan seluruh praktisi utamanya auditor, mampu melakukan Audit Planning dan Risk Assesment dengan baik sebelum melakukan auditing. (gde/the/azm)

Di upload oleh : agus widyatama
Di upload oleh : agus widyatama
Pengelola Sistem Informasi, Infrastruktur TI dan Kehumasan