Berawal tugas dosen, berujung Piala

Workshop Bisnis, Tebar Semangat Wirausaha
30 November 2016
Charity Event Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi (HMJA)
1 December 2016

Tidak pernah terpikirkan sebelumnya untuk menjadi Runner Up dalam acara ISoC (Indonesia Socioprenuer of Challange). Perjuangan yang panjang dari tim yang terdiri dari tiga mahasiswi Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya membuahkan hasil. Juara kedua yang diperoleh tidak lepas dari dukungan semua pihak termasuk dosen yang membimbing. Salah satu anggota dari tim tersebut mengatakan bahwa terkadang pemikiran-pemikiran kreatif itu datang dengan sendirinya tanpa disadari. Oleh sebab itu sebagai seorang mahasiswa harus melatih kepekaan terhadap ide kreatif yang datang. Ketika mahasiswa terbiasa memahami ide kreatif tersebut, maka ide kreatif ini  dapat digunakan untuk membantu permasalahan-permasalah yang terjadi dilingkungan sekitar. Seperti halnya dialami oleh tim yang terdiri dari tiga mahasiswa Jurusan Manajemen FEB UB. Pada awalnya mereka belum mengerti apa yang menjadi kelebihan mereka. Terkadang ide kreatif tersebut muncul namun mereka mengabaikannya. Ketika mereka menyadari bahwa ide-ide kreatif dapat berdampak kepada lingkungan sekitar, maka mereka menciptakan ide kreatif tersebut menjadi sebuah ide yang dapat menyelesaikan masalah dilingkungan sekitar. Melalui kompetisi ini (ISoC)  ide mereka tertuang dalam bentuk “APPS” dan dapat digunakan untuk membantu penyelesaian masalah yang terjadi di Tanggerang selatan yaitu terkait sampah yang menumpuk. APPS ini merupakan sebuah kategori perlombaan ISoC 2016, yang mana peserta menciptakan program aplikasi yang dapat berdampak bagi lingkungan khususnya Tanggerang Selatan. Ide pemikiran ini rencananya bekerja sama dengan berbagai supermarket dengan sistem belanja online. Setelah barang belanjaan diantar kerumah konsumen, kemudian konsumen memberikan sampah yang ada dirumah (sesuai persyaratan) kepada pihak pengelola IWM untuk dikelola. Sampah-sampah yang terkumpul ternilai ‘poin’ pada setiap pengumpulannya. Artinya, setelah konsumen mengumpulkan sampah kepda pengelola IWM, konsumen tersebut mendapat ‘poin’ yang kemudian poin tersebut bila terkumpul dapat ditukar dalam bentuk amal, tabungan untuk liburan,  dan juga dapat ditukar secara tunai. Dengan adanya  aplikasi ini selain dapat membantu permasalahan lingkungan sosial juga dapat digunakan sebagai tabungan untuk berlibur. Harapan kedepan semoga aplikasi ini segera terealisasi dan semakin bermanfaat bagi semua kalangan .(fey)