LSME Mengadakan Kompetisi Karya Tulis Nasional; Change the World with Solutions

HMJIE Berhasil Mengemas Acara Training Communication dengan Rasa yang Berbeda
5 June 2014
Sebelum Memasuki Dunia Kerja, Mahasiswa Perlu Dibekali Softskill yang Mumpuni
6 June 2014

Lingkar Studi Mahasiswa (LSME) kembali mengadakan kompetisi karya tulis nasional. Final kompetisi tahunan ini diselenggarakan pada (30/05-2/06). Tahap putaran final diselenggarakan di Aula Perpustakaan Pusat Universitas Brawijaya, sebanyak 12 tim yang terpilih mempresentasikan karya tulisnya di depan para juri ditahap final. Juri yang terlibat dalam kegiatan Katulistiwa ini diantaranya Prof. Dr. Abdul Hakim M.Si (FIA), Dr. Ir. Bambang Dwi Argo, DEA (FTP) dan Tri Setyo Wahyusi, S.E., M.Ec., Ph.D (FEB).

Sandi Avidianto, ketua pelaksana katulistiwa menuturkan bahwa dalam kompetisi tahun 2014 ini panitia mengusung tema mewujudkan pusat pembangunan Asia Tenggara di Indonesia yang berkelanjutan untuk mendukung program SDSN (Sustainable Development Solutions Network) United Nastions. “Change the World with Solution” begitulah take line yang diusung panitia LSME.”Perubahan dapat terwujud jika ada solusi yang ditawarkan. Harapan kami dengan adanya kompetisi ini, mahasiswa dapat berpartisipasi mengutarakan ide sebagai bentuk solusi yang mereka tawarkan untuk perubahan”, tutur Sandy Avidianto.

Dua belas finalis Katulistiwa perwakilan UB, UNAIR, ITS, IPB, UNS, Polsri dan UNEJ berkompetisi merebutkan juara 1,2,3 dan best speaker. Komposis penilaian dalam kompetisi ini meliputi 40% dari karya tulis dan  60% dari presentasi.

Juara 1 diraih kompetisi ini diraih oleh ITS dengan judul ”Jembatan merah owl city” yang berkonsep pada pengembangan kawasan kota jembatan merah Surabaya melalui pendekatan eco-tourism yang estetis, berwawasan lingkungan, dan berkarakter sosial budaya. Juara 2 diraih oleh perwakilan UB, yang mengangkat topik Ei-Gun (Electrical inseminasi gun) inovasi alat inseminasi buatan dengan sistem elektrik untuk penggalakan inseminasi buatan semen segar dalam perwujudan ketahanan pangan Indonesia. Juara 3 diraih oleh UNAIR, yang mengangkat topik Emisi CO2 di Indonesia dengan pendekatan model ipat (Impact Population affluence technology) strategi mitigasi pemanasan global.

Selain pengaugerahan juara 1,2 dan 3 untuk karya tulis terbaik, panitia juga memberikan penghargaan best speaker kepada peserta. Penghargaan best speaker ini berhasil diraih oleh perwakilan UNS. (hdn/azh)

Di upload oleh : agus widyatama
Di upload oleh : agus widyatama
Pengelola Sistem Informasi, Infrastruktur TI dan Kehumasan