Malang, 2024 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) telah menyelesaikan kajian bertajuk “Membangun Kemitraan antara Masyarakat, Pemerintah Daerah, dan Perusahaan untuk Optimalisasi Manfaat Hilirisasi” sebagai upaya mendukung penguatan dampak ekonomi dan sosial dari program hilirisasi sektor mineral. Kajian ini dilaksanakan untuk merumuskan model kemitraan yang efektif dan berkelanjutan guna memastikan bahwa manfaat hilirisasi dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat dan daerah.

Kajian dilakukan pada tiga lokasi dengan karakteristik industri yang berbeda, yakni Kabupaten Gresik sebagai wilayah hilirisasi yang telah berkembang (established industry), Kabupaten Mempawah sebagai wilayah hilirisasi tahap awal (initial stage), dan Kota Batam sebagai wilayah perencanaan hilirisasi (design stage). Pendekatan ini memungkinkan perumusan pembelajaran lintas wilayah dalam mengelola hubungan antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat secara lebih inklusif.

Metodologi penelitian menggunakan pendekatan mixed methods melalui pengumpulan data primer dan sekunder, diskusi kelompok terarah (FGD), wawancara, survei, serta analisis kuantitatif seperti gap analysis, heatmap, scatter plot, dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil kajian menunjukkan masih adanya kesenjangan antara ekspektasi masyarakat dan kondisi aktual, khususnya dalam aspek keterlibatan UMKM dalam rantai pasok, keberlanjutan usaha, serta hubungan saling menguntungkan antara perusahaan dan pelaku usaha lokal.

Meski demikian, kajian juga menemukan bahwa hilirisasi telah membuka peluang pertumbuhan ekonomi lokal, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan UMKM, terutama melalui pola kemitraan seperti rantai pasok, subkontrak, dan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Penguatan kapasitas UMKM, pendampingan berkelanjutan, serta kejelasan mekanisme kolaborasi dinilai menjadi kunci untuk memperkecil kesenjangan manfaat yang masih terjadi.

Sebagai rekomendasi, FEB UB mendorong peran aktif pemerintah daerah sebagai koordinator dan enabler kemitraan, perusahaan sebagai penggerak utama penciptaan nilai tambah, serta masyarakat sebagai subjek pembangunan melalui penguatan SDM dan UMKM. Sinergi pentahelix yang melibatkan akademisi, dunia usaha, pemerintah, masyarakat, serta media dan NGO diharapkan dapat menjadikan hilirisasi sebagai motor pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Scroll to Top
Skip to content