Mengenal Lebih dalam tentang Perekonomian di Indonesia

HUT Keluarga Mahasiswa, Satukan Mahasiswa FEB UB
21 June 2014
Ulfa Purwaningsih: Dengan Project Batu Bata Berhasil Meraih Penghargaan diajang Internasional
28 June 2014

Jum’at (20/06), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) bekerja sama dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengadakan Kuliah Umum yang bertempat di Ruang Sidang Utama Gedung Dekanat FEB UB. Peserta yang hadir kali ini ada dari peserta Kursus Keuangan Daerah (KKD) 4 Propinsi, Dosen dan Mahasiswa. Pada acara kali ini, bapak Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) II yaitu Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, Ph.D bertindak sebagai pemateri dan di moderatori oleh Dekan FEB UB yaitu Prof. Candra Fajri Ananda, S.E., M.Sc., Ph.D.

Acara ini dibuka dengan sambutan oleh Dekan FEB UB, menurut beliau kurikulum yang ada saat ini harus di iringi dengan kuliah praktisi dan FEB UB telah bekerja sama dengan beberapa praktisi dari Alumni serta BRI, lalu ada sambutan dari Rektor Universitas Brawijaya yaitu Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, M.S., dalam sambutannya beliau membandingkan Era Orde Baru dimana pada saat itu APBN hanya sekitar 300-400 Triliun tetapi Infrastruktur bagus tetapi sekarang APBN 1800 Triliun tetapi Infrastruktur di Indonesia kurang memadai.

Kondisi perekonomian di dunia sedang dalam masa pemulihan dari masa krisis tahun 2008, sehingga menurut Wamenkeu “Pertumbuhan Ekonomi Dunia tidak akan beda jauh dari Tahun 2013”, sedangkan Indonesia tahun 2014 sendiri di prediksi oleh International Monetary Fund (IMF) hanya berada di kisaran 5,5%. Pada April 2014 Neraca Perdagangan Indonesia Defisit sebesar US $1,96 Milyar “Setelah di cari tahu kenapa bisa defisit di lapangan ternyata penyebabnya adalah Impor Smartphone yang cukup banyak” ujar Prof. Bambang, karena berkembangnya perekonomian Indonesia menyebabkan pola konsumtif masyarakat meningkat sehingga impor meningkat. Lalu beliau pernah mengadakan penelitian tentang pola belanja masyarakat menengah kebawah dan hasilnya cukup menyedihkan karena yang paling menghabiskan uang mereka pertama beras hal ini wajar karena kebutuhan semua orang, dan yang kedua adalah rokok padahal rokok tidak memberikan manfaat apapun kepada tubuh tetapi banyak di konsumsi dan yang ketiga pulsa kebutuhan pulsa lebih banyak jika di bandingkan dengan konsumsi listrik rumah mereka.

APBN terbesar bersumber dari Pajak sebesar 78,8% sedangkan sisanya dari sektor PNBP dan kunci dari penerimaan pajak ada 3, yaitu 1. PPh 2. PPn 3. Bea Cukai, ketiga pajak inilah yang menyumbang pendapatan paling besar dari pajak. (ilh/azh)

Di upload oleh : agus widyatama
Di upload oleh : agus widyatama
Pengelola Sistem Informasi, Infrastruktur TI dan Kehumasan