Pembangunan Berkelanjutan

Download Penggunaan Kepala dan Cap Naskah Dinas
31 December 2019
Growth Pole dalam Pembangunan Ekonomi Indonesia
13 January 2020

Ekonom klasik menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi menyangkut perkembangan yang berdimensi tunggal dan diukur dengan meningkatnya hasil produksi dan pendapatan.

Pertumbuhan ekonomi ditelaah melalui proses produksi yang melibatkan sejumlah jenis produk dengan menggunakan sejumlah sarana produksi tertentu.

Adam Smith menyebutkan bahwa sumber-sumber alam merupakan wadah yang paling mendasar dari kegiatan produksi suatu masyarakat, sehingga jumlah sumber-sumber alam yang tersedia merupakan batas maksimal bagi pertumbuhan perekonomian tersebut.

Oleh sebab itu, menurut pemikiran Adam Smith, selama sumber-sumber tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan maka pertumbuhan ekonomi masih tetap bisa ditingkatkan hingga batas maksimum.

Pada konsep sistem ekonomi klasik, kegiatan ekonomi digambarkan semata-mata hanya merupakan kegiatan produksi dan konsumsi tanpa memasukkan fungsi lingkungan ke dalam sistem. Dalam sistem ini, lingkungan tidak diperhitungkan ke dalam proses produksi dan konsumsi.

Tidak dimasukkannya lingkungan sebagai sebuah komponen sistem ekonomi merupakan hal yang naif karena baik kegiatan produksi maupun kegiatan konsumsi selalu berinteraksi dengan lingkungan. Interaksi lingkungan hidup memiliki fungsi sebagai pendukung keberlanjutan kegiatan rumah tangga dan perusahaan yang pada akhirnya sebagai pendukung kegiatan perekonomian secara keseluruhan.

Pada awal 1970-an di tingkat dunia, Kelompok Roma (Club of Rome) menggagas pemikiran tentang batas-batas pertumbuhan (limits to growth), yang bertujuan untuk mengingatkan tentang adanya keterbatasan sumberdaya alam dan lingkungan dalam “melayani” keinginan manusia.

Dua dekade kemudian (1992) di Rio de Janeiro ditekankan kembali bahwa kesejahteraan manusia adalah perhatian utama atas pembangunan berkelajutan. Pesan utama dari dua kejadian tersebut adalah bahwa para pakar pembangunan dunia memberikan tanda bahaya, di mana kegiatan “percepatan pertumbuhan ekonomi” tanpa mempertimbangkan lingkungan merupakan hal yang salah dalam sebuah konsep pembangunan.

Pertumbuhan Ekonomi dan Degradasi Lingkungan
Tak sedikit hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara pertumbuhan ekonomi dengan kerusakan lingkungan. Bahkan, fenomena tersebut umumnya terjadi di negara berkembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang pesat di Cina berbanding lurus dengan kerusakan lingkungan yang terjadi di negara tersebut akibat buruknya penegakan hukum dan undang-undang lingkungan di China.

Candra Fajri Ananda
Dosen dan Guru Besar FEB Universitas Brawijaya

Di upload oleh : agus widyatama
Di upload oleh : agus widyatama
Pengelola Sistem Informasi, Infrastruktur TI dan Kehumasan

Leave a Reply