
emerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Bintuni terus memperkuat sinergi lintas sektor demi percepatan pembangunan daerah yang berkelanjutan. Langkah strategis ini diwujudkan melalui kolaborasi antara Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Teluk Bintuni dengan Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya (UB) Malang.
Rangkaian kegiatan sinergi ini berlangsung selama tiga hari, mulai 26 hingga 28 Januari 2026, dengan fokus utama pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan optimalisasi potensi ekonomi berbasis lingkungan.
Agenda diawali dengan Diskusi Pengembangan SDM pada 26 Januari 2026 bersama Penjabat (Pj) Kepala Bappeda Teluk Bintuni. Forum ini menyoroti pentingnya peran akademisi dalam mendukung perencanaan pembangunan daerah. Kebijakan yang berbasis kajian ilmiah dinilai krusial untuk memastikan arah pembangunan yang terukur dan tepat sasaran.
Kegiatan berlanjut pada 27–28 Januari 2026 dengan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dipusatkan di Kampung Masina. Kegiatan ini melibatkan DLH Teluk Bintuni dan delegasi akademisi UB untuk meninjau langsung potensi pengelolaan lingkungan hidup yang berdampingan dengan ekonomi masyarakat.
Sekretaris Departemen Ilmu Ekonomi FEB UB, Nugroho Suryo Bintoro, SE., M.Ec. Dev., Ph.D., yang hadir dalam delegasi tersebut, menekankan bahwa kolaborasi perguruan tinggi dan pemerintah daerah adalah kunci untuk membuka potensi lokal.
“Kampung Masina memiliki keunggulan ekologis yang sangat besar, khususnya pada ekosistem mangrove. Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat mendukung Pemkab Teluk Bintuni dalam merumuskan strategi pengembangan ekonomi yang inklusif, berbasis data, serta selaras dengan upaya pelestarian lingkungan,” ujar Nugroho.
Turut hadir dalam delegasi UB antara lain Ketua Prodi Magister Ilmu Ekonomi sekaligus Ketua ISEI Malang, Dr. rer. pol. Wildan Syafitri, SE., ME.; Ketua Prodi Ekonomi Pembangunan, Al Muizzuddin Fazalloh, SE., ME., Ph.D.; Ketua Prodi Ekonomi Islam, Aji Purba Trapsila, SE., M.SEI., Ph.D.; serta Ketua Laboratorium Ilmu Ekonomi, Bahtiar Fitanto, SE., MT.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Teluk Bintuni, Markus Marien Iba, menyambut positif kehadiran para akademisi ini. Ia menegaskan bahwa pengembangan Kampung Wisata Mangrove Masina adalah bukti nyata komitmen daerah dalam menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan pelestarian alam, mengingat lokasi ini berada di kawasan mangrove terluas kedua di dunia.
“Pertumbuhan ekonomi masyarakat harus berjalan seiring dengan pelestarian ekosistem mangrove. Kolaborasi dengan perguruan tinggi sangat penting sebagai dasar perumusan kebijakan yang berkelanjutan dan berpihak pada kepentingan jangka panjang daerah,” tegas Markus.
Langkah strategis ini juga sejalan dengan visi Bupati dan Wakil Bupati Teluk Bintuni Periode 2025–2030 untuk mewujudkan Bintuni yang SMART (Sehat, Energik, Religius, Andal, Smart, dan Inovatif). Diharapkan, sinergi ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian aset lingkungan Bintuni bagi generasi mendatang.
Sumber orisinil berita : https://www.indo-kabar.com/pemkab-teluk-bintuni-perkuat-kolaborasi-dengan-universitas-brawijaya-dorong-pengembangan-sdm-dan-ekonomi-berbasis-lingkungan/