Sumenep — Pemerintah Kabupaten Sumenep menuntaskan penyusunan Master Standar Satuan Harga (SSH) Barang Kebutuhan Pemerintah Tahun Anggaran 2026 sebagai langkah strategis memperkuat efisiensi dan akuntabilitas belanja daerah. Ketua tim kajian, Ayu Furry, menjelaskan bahwa dokumen ini dirancang untuk membuat rantai pembentukan harga pengadaan semakin transparan dan terukur—dari produsen hingga pemerintah sebagai konsumen akhir.

Menurut Ayu Furry, kajian SSH 2026 memetakan tata niaga barang secara menyeluruh, mencakup peran produsen, distributor, rekanan, sampai perangkat daerah. “Dengan peta rantai harga yang jelas, pemerintah daerah memiliki dasar kuat untuk menilai kewajaran harga sekaligus menekan potensi inefisiensi,” ujarnya.

Penyusunan SSH dilakukan melalui survei lapangan intensif di delapan zona wilayah yang mencakup daratan dan kepulauan di Kabupaten Sumenep. Dari proses ini, tim menghimpun data harga puluhan ribu item yang kemudian dikelompokkan ke dalam berbagai kategori—mulai dari barang pakai habis, peralatan dan mesin, alat kantor dan rumah tangga, alat pertanian, alat kesehatan, hingga perangkat teknologi. Seluruh item dikodefikasi sesuai regulasi Barang Milik Daerah.

Ayu menambahkan, data harga yang terkumpul tidak serta-merta digunakan. “Kami melakukan penyaringan harga tidak wajar dan melengkapinya dengan rujukan sumber resmi digital agar standar yang dihasilkan benar-benar kredibel dan komprehensif,” jelasnya.

Berbasis data inflasi, suku bunga, serta biaya transportasi antar zona, tim menyusun standar satuan harga yang dituangkan dalam buku SSH 2026. Dokumen ini memuat kode barang 12 digit, spesifikasi, satuan, dan harga per zona, yang ditetapkan sebagai batas tertinggi harga pengadaan.

Ke depan, SSH 2026 akan menjadi rujukan utama bagi perangkat daerah dalam menyusun RKA–DPA, menilai kewajaran harga pada proses pengadaan, serta mendukung penyusunan ASB dan HSPK. “Harapannya, pengelolaan APBD Kabupaten Sumenep semakin efisien, transparan, dan akuntabel—selaras dengan prinsip tata kelola keuangan daerah yang baik,” pungkas Ayu Furry.

Scroll to Top
Skip to content