Kediri, 2025 – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui kegiatan Penyusunan Nilai Tukar Petani (NTP) Tahun 2025 mencatat capaian NTP sebesar 105,63, melampaui target yang ditetapkan sebesar 105,00. Capaian tersebut menunjukkan bahwa secara umum petani di Kabupaten Kediri berada pada kondisi sejahtera atau mengalami surplus, di mana pendapatan yang diterima petani lebih besar dibandingkan dengan pengeluarannya.

Nilai Tukar Petani merupakan indikator penting untuk mengukur tingkat kesejahteraan petani, yang dihitung dari perbandingan antara Indeks Harga yang Diterima Petani (It) dan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib). Hasil kajian menunjukkan bahwa rata-rata petani di Kabupaten Kediri memperoleh nilai tambah sekitar 5,63 persen dari total pengeluaran bulanannya, sehingga hasil usaha pertanian dapat dimanfaatkan sebagai modal pengembangan usaha, tabungan, maupun kebutuhan lainnya.

Berdasarkan hasil analisis per subsektor, diketahui bahwa Indeks Harga yang Dibayar Petani masih relatif tinggi pada seluruh subsektor pertanian, meliputi tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, dan perikanan. Kenaikan biaya konsumsi dan produksi petani pada tahun 2025 tercatat rata-rata sebesar 17,95 persen dibandingkan tahun dasar. Meski demikian, Indeks Harga yang Diterima Petani tetap mampu mengimbangi kenaikan tersebut sehingga NTP Kabupaten Kediri tetap berada di atas angka 100.

Kajian ini juga mengidentifikasi sejumlah permasalahan yang masih dihadapi petani, peternak, dan pembudidaya ikan, antara lain fluktuasi harga hasil panen, tingginya biaya produksi, keterbatasan akses modal, gangguan hama dan penyakit, cuaca yang tidak menentu, serta keterbatasan infrastruktur pertanian dan jaringan pemasaran. Permasalahan tersebut menjadi tantangan yang perlu ditangani secara berkelanjutan melalui kebijakan dan program pemerintah.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Kediri merekomendasikan penguatan regulasi dan intervensi kebijakan melalui fasilitasi pembiayaan, pengendalian biaya produksi, penguatan sistem usaha pertanian, revitalisasi kelompok tani, penyediaan sarana produksi pertanian, serta peningkatan nilai tambah dan daya saing sektor pertanian. Dengan langkah tersebut, diharapkan kesejahteraan petani di Kabupaten Kediri dapat terus meningkat secara berkelanjutan.

Scroll to Top
Skip to content