Ustadz H. Zainur Rozikin: Kerja Itu Ibadah, Kerja Akan Menghapus Dosa-Dosa Kita

Kuliah Tamu Islamic Development Bank (IDB) : “ Keruntuhan Sistem Kapitalisme (Barat) dan Apakah Islam Dapat Memimpin Ekonomi Dunia”
19 March 2012
Terapkan Mind Set, Menulis Itu Mudah
25 March 2012

Selasa (20/3), bertempat di Surau Ar-Rahman, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) berlangsung pengajian yang diikuti oleh Keluarga Besar FEB UB. Dalam pengajian, hadir sebagai pemberi tausyiah yaitu Ustadz Dr. H. Zainur Rozikin, MM.  Tema yang disampaikan yaitu “Tasyakur dan Etos Kerja”.

Gugus Irianto, SE.,MSA.,PhD.,Ak dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk rasa syukur Keluarga Besar FEB UB atas segala nikmat dan capaian yang telah diraih hingga kini. Capaian-capaian tersebut diantaranya adalah telah terakreditasinya FEB UB melalui 2 program magisternya (Magister Ilmu Akuntansi dan Magister Manajemen) oleh badan akreditasi internasional yaitu The Alliance on Business Education and Scholarship for Tomorrow, a 21st Century Education (ABEST21).

Diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran, tausyiah Ustadz Dr. H. Zainur Rozikin, MM menyampaikan beberapa poin penting diantaranya yaitu pentingnya bersyukur setiap saat, setiap waktu, dan dimana saja dalam kehidupan ini. “Siapa yang bersyukur akan ditambah nikmati oleh allah. Seperti yang dijanjikan oleh Allah pada Al Quran Surat Ibrahim 14 Ayat 7. Apabila orang bersyukur, maka nikmat Allah akan ditambah lagi. Sebaliknya bila orang tak mau bersyukur atau kufur nikmat maka azab Allah akan diturunkan. Dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”, tutur Ustadz yang terkenal dengan gaya lawakannya saat memberikan tausyiah.

Dalam dunia kerja, rasa syukur juga perlu diterapkan. Terkadang kita tidak peka terhadap nikmat Allah, seperti kurangnya rasa syukur kita atas pekerjaan yang kita kerjakan saat ini. Kerja merupakan salah satu bentuk rahmat dan nikmat dari Allah, karena dengan bekerja kita memperoleh gaji yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan keluarga. Disamping itu, kerja disadari atau tidak dapat menambah persaudaraan dan wawasan kita. Hal ini juga yang ditekankan oleh Ustadz Dr. H. Zainur Rozikin, MM mengenai bagaimana cara membangun etos kerja. “Dalam Islam, Kerja merupakan ibadah. Bila ibadah itu dijalankan dengan niat karena Allah semata, maka pekerjaan yang kita lakukan dapat menghapus dosa-dosa kita”, jelasnya. Kerja yang dijalankan karena Allah, makan akan menganggap kerja tersebut juga sebagai salah satu bentuk amanah. Atas dasar tersebut, pekerjaan yang kita jalani akan terasa ringan dan menyenangkan. Khusus dalam dunia pendidikan, pelayanan yang kita berikan baik dari dosen kepada mahasiswa maupun karyawan kepada mahasiswa akan menjadi sarana untuk beribadah bagi yang menjalankannya secara ikhlas dan bertanggung jawab. Motivasi-motivasi ini akan berdampak pada peningkatan etos kerja dan suasana kerja yang kondusif. (ris)