DJPK Goes to campus bersama DIRJEN Perimbangan Keuangan-Kementerian Keuangan di FEB UB

BREFERENCE: Sustainability in Industrial 4.0 Integration with Triple Bottom Line
7 November 2019
BERITA ACARA KTB GATHERING PMK MALEAKHI 2019
9 November 2019

FEB UB Malang – Pada Kamis, 07 November 2019, telah berlangsung agenda kuliah umum yang diisi oleh Direktorat jenderal Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan. Agenda kuliah umum kali ini bertema Mengenali dan Mengawasi APBN #UangKita. Acara ini di isi langsung oleh Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan yaitu Bapak Astera Primanto Bhakti.

Agenda kuliah umum ini, dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Nurkholis SE., M.Bus.(Acc)., Ak., Ph.D. dalam sambutan yang sekaligus membuka acara kuliah umum kali ini, ia mengatakan bahwa “Sesuai dengan rencana strategis kita , relevansi Pendidikan kita yang bekerjasama dengan praktisi dalam mengemban penelitian dan perkuliahan. APBN kita lebih dari 2000 Triliun dan tahun depan akan tembus 2200 triliun. Maka akan sulit mencapai tujuan negara kita jika (Anggaran) tidak dikelola dengan baik.” – Ucap Nurkholis.

Setelah dibuka dengan sambutan oleh Nurkholis, acara dilanjutkan dengan materi yang berhubungan dengan APBN dan TKDD. Astera Primanto Bhakti dalam materi yang disampaikan berisi bahwa saat ini, kita bertanggung jawab dalam memegang estafet kemerdekaan dan kepemimpinan. Dalam mencapai tujuan berupa masyarakat yang adil dan Makmur, dibutuhkan pelayanan public yang lebih, berkualitas serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pengelolaan keunagan negara dan daerah yang berkualitas, sehat, prudent, transparan, dan akuntabel sebagai katalisator dalam mencapai tujuan negara.

Astera juga menjelaskan tentang fungsi kebijakan fiscal yang terdiri dari 3 instrumen yaitu Alokasi, Distribusi dan stabilisasi . pembagian ketiga fungsi dimaksud sangat penting sebagai landasan dalam penentuan dasar-dasar hubungan dan perimbangan keruangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Selain itu, Astera juga menjelaskan mengenai Fokus Belanja Pemerintah Pusat Tahun 2020, terdapat 5 fokus utama yang mendukung pelaksanaan prioritas pembangunan & penyelenggaraan pemerintah yang efisien dan efektif. 5 fokus utama yaitu :

  1. SDM yang berkualitas
  2. Penguatan program perlindungan social
  3. Akselerasi pembangunan infrastruktur
  4. Birokrasi yang efisien, melayani, dan bebas korupsi
  5. Antisipasi ketidakpastian.

Acara ini sangat ramai didatangi peserta yang kebanyakan diisi oleh mahasiswa yang datang dari berbagai fakultas di Universitas Brawjaya dan berbagai Universitas di Kota Malang.  Banyak hadiah dan hiburan berupa adu kecermatan melalui games kahoot yang ikut memancing semangat peserta. Acara ini ditutup dengan foto bersama DIRJEN Perimbangan Keuangan beserta para peserta Kuliah Tamu.

Site Default
Site Default
Reporter Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya.

Tinggalkan Balasan