Sebagai wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) melaksanakan program pengabdian masyarakat bertajuk “Cerita dari Desa”. Kegiatan ini diawali melalui rangkaian pre-event pada 23 Juni 2024 dan dilanjutkan dengan main event yang berlangsung dari tanggal 1 hingga 12 Juli 2024 di Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Meskipun Desa Selorejo memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah khususnya pada sektor pertanian dan perkebunan wilayah ini masih menghadapi tantangan nyata terkait pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pemanfaatan teknologi digital, optimalisasi keselamatan infrastruktur, serta tata kelola sampah permukiman. Untuk merespons dinamika tersebut, mahasiswa KKN FEB UB merancang dan mengeksekusi serangkaian program aksi strategis yang terintegrasi ke dalam 5 tema utama berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) demi mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi serta mewujudkan masyarakat Desa Selorejo yang mandiri, sehat, dan sejahtera.

Tema 1: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (SDG 3)
Di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Laila Masruro Primada, S.E., M.SEI., mahasiswa berfokus pada peningkatan kualitas kesehatan fisik dan mental masyarakat sejak dini. Aksi nyata diawali dengan sosialisasi dan edukasi mendalam mengenai gizi seimbang, pola asuh anak, dan pencegahan stunting bagi para ibu balita. Untuk menanamkan kebiasaan hidup bersih, mahasiswa memandu praktik langsung cara menyikat gigi yang baik dan benar kepada siswa Sekolah Dasar.

Selain itu, terbentuk kader Dokter Kecil di sekolah melalui pelatihan penanganan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) Dasar. Menjawab tantangan era digital, mahasiswa juga menyelenggarakan sosialisasi media detoks (Anti-Gawai) guna mengedukasi anak-anak dan orang tua mengenai dampak paparan gawai berlebih (brainrot) terhadap kesehatan mata dan perkembangan fungsi otak.

Tema 2: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (SDG 9)
Didampingi oleh DPL Dr. Silvi Asna Prestianawati, S.E., M.Si. program di bidang infrastruktur dilaksanakan melalui kolaborasi erat bersama pihak pemerintah dan tokoh masyarakat desa, salah satunya Bapak Rudi, yang membantu perencanaan dan pemetaan titik-titik rawan secara presisi.

Bentuk kegiatan fisik yang direalisasikan meliputi pemetaan potensi dan infrastruktur wilayah Desa Selorejo berbasis data spasial, pemasangan rambu reflektif di Dusun Krajan, pembuatan zebra cross di depan Masjid Miftakhul Jannah untuk memfasilitasi penyeberangan aman jamaah, pengecatan area khusus Zona Batas Kendaraan Antar-Jemput di SDN 1 Selorejo, serta pemasangan kaca cembung pada area tikungan tajam rawan kecelakaan. Rangkaian fisik ini disempurnakan dengan sosialisasi pentingnya mematuhi rambu lalu lintas kepada para murid SDN 1 Selorejo.

Tema 3: Menggerakkan Ekonomi Desa (SDG 8)
Di bawah bimbingan DPL Rr. Ayu Firdausiah, S.E., M.M. pemberdayaan ekonomi difokuskan pada optimalisasi komoditas lokal dan modernisasi tata kelola UMKM. Mahasiswa mendampingi para pelaku usaha desa dalam program “Siap Go Digital” yang mencakup strategi pemasaran digital (digital marketing) dan penguatan branding produk.

Guna memberi nilai tambah pada hasil bumi, diluncurkan inovasi program “Orangepreneur” untuk mengolah komoditas jeruk lokal menjadi berbagai produk turunan bernilai ekonomi tinggi, serta pemanfaatan limbah kulit biji kopi menjadi Eco-Briket sebagai bahan bakar alternatif ramah lingkungan. Dari sisi akuntabilitas usaha, mahasiswa memberikan bimbingan teknis pencatatan keuangan digital menggunakan aplikasi SIAPIK.

Tema 4: Pendidikan Berkualitas (SDG 4)
Didampingi oleh DPL Kristin Rosalina, S.E., M.S.A., Phd., Ak pengembangan sektor pendidikan diwujudkan melalui penguatan literasi dan pembentukan karakter anak. Mahasiswa menginisiasi gerakan literasi desa bertajuk “Membaca, Berkarya, dan Bercerita” serta menyelenggarakan English Fun Camp untuk mengenalkan bahasa Inggris melalui metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.

Pendidikan karakter juga diperkuat melalui sosialisasi “Celengan Impian” guna menanamkan kebiasaan menabung sejak dini, serta edukasi mengenai pentingnya pengelolaan emosi dan pencegahan tindakan perundungan (anti-bullying) di lingkungan sekolah.

Tema 5: Kota dan Permukiman Berkelanjutan (SDG 11)
Di bawah bimbingan DPL Erie Awalil Fakhri, S.E., MBA. pelestarian lingkungan diwujudkan melalui pengolahan sampah terpadu dan ekonomi kreatif hijau. Mahasiswa memberikan edukasi dan praktik pembuatan Komposter Kering & Cair yang memanfaatkan limbah organik rumah tangga.

Guna memfasilitasi sistem pemilahan sampah permukiman, mahasiswa menempatkan tong sampah terpilah 3 jenis di area publik yang dilengkapi dengan papan informasi siklus terurai sampah sebagai sarana edukasi visual bagi masyarakat. Selain itu, diadakan pelatihan pembuatan Totebag Ecoprint yang memanfaatkan flora lokal untuk menciptakan produk kriya ramah lingkungan yang bernilai jual.

Melalui integrasi program berbasis 5 tema SDGs dan sinergi yang kuat antara mahasiswa KKN FEB UB, para Dosen Pembimbing Lapangan, serta perwakilan masyarakat seperti Bapak Rudi, program “Cerita dari Desa” berhasil memberikan kontribusi nyata dalam mengatasi persoalan multidimensi di Desa Selorejo. Seluruh program tidak hanya terlaksana secara formal, tetapi juga meletakkan pondasi bagi terciptanya masyarakat Desa Selorejo yang mandiri, sehat, berdaya saing secara ekonomi, dan berkelanjutan.

Recent Posts

Categories

Scroll to Top
Skip to content