Malang, 9 Mei 2026 — Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Indikator Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) menyelenggarakan Gerakan Wacana Indikator di Basement Gedung E FEB UB pada Sabtu (9/5). Kegiatan yang diikuti sekitar 100 peserta ini memadukan lomba karya sastra opini dengan forum diskusi tematik sebagai upaya menghadirkan ruang pembelajaran yang tidak berhenti pada kompetisi semata. Selain mahasiswa, kegiatan ini juga melibatkan masyarakat umum, pemantik ahli, dan dewan juri untuk memperkaya perspektif dalam pembahasan isu yang diangkat.
Pada penyelenggaraannya, Gerakan Wacana Indikator mengusung tema Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah program yang masih menjadi perbincangan dan memunculkan beragam pandangan di tengah masyarakat. Diskusi yang dimoderatori oleh Rifka Rochima, mahasiswa Program Studi Ekonomi Keuangan dan Perbankan FEB UB angkatan 2025, menghadirkan dua narasumber, yakni Noval Adib dan Misbakhul Munir.
Dalam pemaparannya, Noval Adib membahas program MBG dari sisi anggaran serta implikasinya terhadap pengelolaan keuangan negara. Sementara itu, Misbakhul Munir mengulas program tersebut dari perspektif kebijakan publik. Keduanya merupakan dosen FEB UB yang memiliki kompetensi dan relevansi dengan topik yang dibahas.
Melalui diskusi bersama para narasumber dan pembahasan karya peserta, Gerakan Wacana Indikator diharapkan mampu mendorong mahasiswa untuk memandang isu-isu publik secara lebih kritis, komprehensif, dan berbasis argumentasi. Tidak hanya menjadi wadah peningkatan prestasi melalui lomba kepenulisan, kegiatan ini juga menjadi sarana pengembangan kemampuan berpikir kritis, perluasan jejaring eksternal, serta wujud kontribusi nyata mahasiswa dalam merespons persoalan publik, khususnya yang berkaitan dengan ekonomi kerakyatan.