



Malang, 1 Juli 2026 – Sebanyak 1.057 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) resmi diberangkatkan untuk mengikuti Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Tahun 2026. Para peserta akan melaksanakan pengabdian masyarakat di 143 desa yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Timur sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Prosesi pelepasan berlangsung di lingkungan Universitas Brawijaya dan dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Unti Ludigdo, S.E., M.Si., Ak., Dekan FEB UB, Abdul Ghofar, S.E., M.Si., M.Acc., DBA., Ak., CA, jajaran Wakil Dekan FEB UB, para Ketua Program Studi di lingkungan FEB UB, serta Ketua Pelaksana PKM FEB UB Tahun 2026, A. Muhamad Jazuli, S.E., M.M. Kehadiran para pimpinan tersebut menjadi bentuk dukungan penuh terhadap pelaksanaan program pengabdian yang menjadi salah satu agenda strategis Universitas Brawijaya dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Unti Ludigdo, S.E., M.Si., Ak., menegaskan bahwa keberhasilan program pengabdian tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari bagaimana mahasiswa mampu membangun hubungan yang baik dengan masyarakat.
“Mahasiswa Universitas Brawijaya adalah representasi institusi di tengah masyarakat. Oleh karena itu, jagalah etika, komunikasi, dan sikap selama berada di desa. Dengarkan kebutuhan masyarakat, hormati budaya lokal, serta hadir sebagai mitra yang mampu memberikan solusi, bukan sekadar menjalankan program,” pesannya.
Ia juga mengingatkan agar mahasiswa senantiasa menjaga nama baik Universitas Brawijaya dengan menjunjung tinggi integritas, menaati norma yang berlaku di lingkungan masyarakat, serta mengedepankan kolaborasi dalam setiap kegiatan. Melalui pendekatan tersebut, program-program yang dijalankan diharapkan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan sekaligus memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat.

Sementara itu, Dekan FEB UB, Abdul Ghofar, S.E., M.Si., M.Acc., DBA., Ak., CA, menyampaikan bahwa PKM merupakan wahana bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh di bangku kuliah sekaligus mengasah kemampuan kepemimpinan, kolaborasi, dan kepedulian sosial.
“Saya berharap seluruh mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar langsung dari masyarakat. Terapkan kompetensi yang dimiliki, bangun kerja sama yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan di desa, dan ciptakan program-program yang memberikan dampak nyata bagi pemberdayaan masyarakat. Jadilah duta FEB UB yang menjunjung tinggi profesionalitas, integritas, dan semangat pengabdian,” ujar Abdul Ghofar.
Sebanyak 1.057 mahasiswa FEB UB akan ditempatkan pada 143 desa dengan beragam karakteristik dan potensi wilayah. Penempatan tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam bidang ekonomi, pemberdayaan usaha, literasi keuangan, penguatan kelembagaan desa, hingga pengembangan potensi lokal.
Selain menjadi wadah pengabdian, PKM juga merupakan ruang pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa. Berinteraksi langsung dengan masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, penyelesaian masalah, komunikasi, serta kolaborasi lintas disiplin ilmu.
Melalui pelaksanaan PKM Tahun 2026, FEB UB berharap seluruh peserta dapat menjalankan amanah pengabdian dengan penuh tanggung jawab dan menghasilkan berbagai inovasi yang berdampak bagi masyarakat. Pengalaman selama PKM diharapkan tidak hanya memperkaya kompetensi akademik mahasiswa, tetapi juga membentuk karakter lulusan yang adaptif, berintegritas, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.