
Program penyaluran zakat produktif yang efektif memerlukan pendampingan berkelanjutan agar mampu mengubah mustahik (penerima zakat) menjadi muzakki (pemberi zakat). Menjawab tantangan tersebut, tim dosen dari Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya (FEB UB) menginisiasi program hilirisasi penelitian terapan melalui digitalisasi manajemen keuangan dan pemasaran bagi UMKM mustahik di bawah naungan BAZNAS Kota Madiun.Tim pengabdian masyarakat ini diketuai oleh Dr. Akie Rusaktiva Rustam, SE., MSA., Ak., bersama jajaran anggota tim dosen lintas keahlian, yaitu Dr. Adri Putra Nugraha, S.E., MPA.,
Taufiq Ismail, S.S., SE., M.M. Ph.D, Rika Nur Widiastutik, S.Ak., M.Ak., Dian Anugerah Pancasona, S.Ak., Nisrina Rahmah Fahmi Program strategis intervensi berjenjang yang dirancang selama tiga tahun ini berfokus pada transformasi dari sistem manual menuju ekosistem digital guna menciptakan bisnis mikro yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.Memutus Rantai Kendala Usaha MikroKota Madiun memiliki potensi besar sebagai pusat perdagangan mikro di Jawa Timur, mulai dari sektor kuliner tradisional hingga kerajinan lokal. Namun, berdasarkan evaluasi internal tim FEB UB, mayoritas UMKM mustahik masih menghadapi kendala klasik: pembukuan manual di buku tulis dan pemasaran konvensional.Praktik tersebut rentan terhadap pencatatan yang hilang, salah hitung, serta ketidakmampuan menentukan Harga Pokok Penjualan (HPP) secara rasional. Akibatnya, pelaku usaha kerap mengalami kebocoran arus kas dan kesulitan mengakses pembiayaan mikro formal karena tidak memiliki laporan keuangan yang rapi.Strategi Intervensi Berjenjang Tiga TahunUntuk mengatasi kesenjangan tersebut, Akie Rusaktiva Rustam beserta tim menerapkan peta jalan (roadmap) pendampingan yang terstruktur:Tahun Pertama: Penguatan literasi pembukuan manual, penyusunan kalkulasi HPP yang akurat, serta target penyusunan profil dan laporan omzet awal minimal 20 UMKM mustahik dibantu modul khusus “Pembukuan & Penentuan HPP”.Tahun Kedua: Migrasi ke sistem pembukuan digital (berbasis aplikasi/template digital), pembuatan katalog online, optimasi media sosial, serta penyusunan dashboard kinerja usaha.Tahun Ketiga: Integrasi penuh ke ekosistem cashless (QRIS/e-wallet), pendirian toko e-commerce, dan pembentukan jaringan alumni digital UMKM mustahik melalui platform komunikasi untuk menjaga keberlanjutan usaha.Target Dampak Nyata bagi MasyarakatProgram ini bukan sekadar memberikan bantuan instan, melainkan sebuah upaya sistematis yang menargetkan dampak kuantitatif yang jelas. Melalui pendampingan intensif oleh para pakar akuntansi FEB UB ini, UMKM mustahik diharapkan mampu mencapai kenaikan omzet rata-rata minimal 20% dan tingkat kelangsungan hidup usaha (survival rate) di atas 70%.Dengan laporan keuangan yang transparan dan jangkauan pasar yang lebih luas melalui e-commerce, UMKM mustahik di Kota Madiun diharapkan dapat naik kelas, mandiri secara finansial, dan memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.