Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) terus menghadirkan inovasi dalam pengelolaan lingkungan melalui pemanfaatan mesin pirolisis untuk mengolah botol plastik bekas menjadi bahan bakar cair. Program ini menjadi salah satu bentuk komitmen FEB UB dalam menerapkan prinsip ekonomi sirkular (circular economy), yaitu mengubah limbah menjadi sumber daya yang bernilai guna sekaligus mengurangi dampak pencemaran lingkungan akibat sampah plastik.
Botol plastik yang terkumpul dari berbagai aktivitas di lingkungan fakultas dipilah terlebih dahulu sebelum diproses menggunakan mesin pirolisis. Melalui proses pemanasan pada suhu tinggi dengan kondisi minim oksigen, plastik diuraikan menjadi senyawa hidrokarbon yang kemudian dikondensasikan menjadi bahan bakar cair. Teknologi ini memungkinkan limbah plastik yang sulit terurai dimanfaatkan kembali sebagai sumber energi alternatif.
Penerapan mesin pirolisis merupakan bagian dari strategi pengelolaan sampah terpadu di FEB UB. Selain mengurangi volume sampah plastik yang berakhir di tempat pembuangan akhir, teknologi ini juga memberikan nilai tambah terhadap limbah yang sebelumnya tidak memiliki nilai ekonomis. Dengan demikian, pengelolaan sampah tidak hanya berorientasi pada pembuangan, tetapi juga pada pemanfaatan kembali melalui pendekatan yang lebih inovatif dan berkelanjutan.
Program ini juga menjadi sarana edukasi bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan mengenai pentingnya pengelolaan sampah berbasis teknologi. Sivitas akademika dapat mempelajari secara langsung bagaimana limbah plastik dapat diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat, sehingga mendorong tumbuhnya budaya pengurangan sampah, pemilahan sejak sumber, dan pemanfaatan kembali material yang masih memiliki potensi nilai.
Program ini sejalan dengan komitmen FEB UB dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 (Affordable and Clean Energy) melalui pemanfaatan energi alternatif, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pengelolaan limbah secara bertanggung jawab, SDG 13 (Climate Action) melalui upaya mengurangi dampak lingkungan dari sampah plastik, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui pengembangan inovasi dan kolaborasi dalam mendukung keberlanjutan.
Melalui penerapan mesin pirolisis, FEB UB menegaskan komitmennya untuk menjadi fakultas yang tidak hanya unggul dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menjadi pelopor dalam penerapan inovasi lingkungan. Transformasi limbah plastik menjadi bahan bakar cair merupakan langkah nyata menuju kampus yang lebih hijau, inovatif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat budaya pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab di lingkungan FEB UB.
#UB #UniversitasBrawijaya_SDG7 #UniversitasBrawijaya_SDG12 #UniversitasBrawijaya_SDG13 #UniversitasBrawijaya_SDG17 #UBGreenCampus #Sustainability