

MALANG – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) resmi memulai rangkaian agenda International Student Mobility 2026. Program ini menjadi langkah strategis fakultas dalam memperkokoh posisi sebagai institusi pendidikan bertaraf internasional. Program International Student Mobility 2026 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya terbagi atas dua program yaitu International Summer Course dan International Exchange. International Summer Course adalah program yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa IUP bersama mahasiswa asing untuk melaksanakan kegiatan akademik/perkuliahan secara daring maupun luring. Sementara itu, untuk pengalaman interaksi langsung yang lebih intensif, terdapat program International Exchange adalah program yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa asing untuk melaksanakan aktivitas akademik berupa perkuliahan dan workshop di kampus FEB UB secara luring.
Program International Summer Course 2026 yang dilaksanakan pada tanggal 1 – 27 Februari 2026 dan diikuti oleh 54 peserta dari Universiti Malaysia Terengganu dan Universiti Sultan Zainal Abidin bersama dengan mahasiswa IUP FEB UB dengan membawa topik diskusi Sustainable Consumption and Production. Sedangkan, International Exchange 2026 dilaksanakan secara luring dan diikuti oleh 15 (lima belas) mahasiswa dari Universiti Malaysia Terengganu, Universiti Utara Malaysia, dan Universiti Sains Malaysia membawa tema diskusi Digital and Sustainable SMEs: Youth Leadership for Green Economy and Local Empowerment pada tanggal 8-15 Februari 2026.
Ketua International Relation Office FEB UB, Dr. Ikhtiara Kaideni Isharina, SE., M.M, dalam sambutan pembukanya, menekankan pentingnya pertukaran budaya dan ilmu pengetahuan sebagai bekal mahasiswa menghadapi tantangan ekonomi global. Selama berada di FEB UB, para mahasiswa tidak hanya berfokus pada pengayaan materi di dalam kelas namun juga mengunjungi UMKM di sekitar Malang Raya yaitu UMKM PELANUSA Singosari, Wisata Edukasi Situs Budaya Petirtaan Ngawonggo Tajinan, Museum Atsiri UB di Taman Baloga kota Batu, dan Ecowisata Konservasi Pantai Tiga Warna sebagai pembelajaran tentang implementasi ekonomi kreatif, pemberdayaan komunitas lokal, pelestarian ekosistem alami, serta strategi keberlanjutan produk tradisional dalam menembus pasar global.


Konsep kegiatan ini bertujuan agar para peserta tetap mendapatkan nilai edukasi sembari menikmati keramahan lokal. Interaksi langsung dengan masyarakat dan lingkungan alam sekitar diharapkan mampu memberikan kesan mendalam bagi para mahasiswa mengenai potensi Indonesia, khususnya Jawa Timur.
“Kami ingin para peserta pulang tidak hanya membawa ilmu ekonomi dan bisnis, tetapi juga membawa cerita indah tentang keindahan alam dan kehangatan budaya Malang,” tambah pihak penyelenggara dari IRO FEB UB.
Melalui inisiasi ini, FEB UB terus membuktikan komitmennya dalam menciptakan ekosistem akademik yang inklusif dan bertaraf global, sekaligus mempromosikan potensi daerah ke mata dunia.
