Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan kampus yang hijau dan berkelanjutan melalui penyediaan 11 unit Stasiun Pengisian Air Minum (Refill Water Station) yang tersebar di berbagai gedung dan area strategis di lingkungan fakultas. Program ini merupakan bagian dari implementasi Green Campus dan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) sekaligus sebagai upaya nyata dalam mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai.
Keberadaan stasiun pengisian air minum tersebut memberikan kemudahan bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta tamu untuk mengisi ulang air minum menggunakan tumbler atau botol minum pribadi. Dengan fasilitas ini, kebutuhan akan air minum kemasan dapat ditekan sehingga mampu mengurangi timbulan sampah plastik di lingkungan kampus.
Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FEB UB menyampaikan bahwa penyediaan refill station merupakan salah satu langkah strategis dalam mendukung kebijakan pengurangan sampah dari sumbernya.
“Kami ingin membangun budaya ramah lingkungan di lingkungan FEB UB. Penyediaan stasiun pengisian air minum ini diharapkan dapat mendorong seluruh sivitas akademika untuk membiasakan membawa tumbler dan mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai,” ujarnya.
Selain menyediakan fasilitas pengisian air minum, FEB UB juga secara aktif mengampanyekan gerakan “Bring Your Own Tumbler” dalam berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik. Pada setiap rapat, seminar, pelatihan, hingga kegiatan kemahasiswaan, peserta didorong untuk membawa wadah minum pribadi sebagai bagian dari penerapan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R).
Sebanyak 11 unit refill station ditempatkan pada lokasi yang mudah dijangkau, antara lain di Gedung Utama, Gedung Pascasarjana, area layanan administrasi, ruang dosen, perpustakaan, dan beberapa titik dengan mobilitas tinggi. Seluruh unit menggunakan sistem penyaringan air (Reverse Osmosis/RO) yang dipelihara secara berkala untuk memastikan kualitas air tetap memenuhi standar kebersihan dan keamanan.

Program ini juga memberikan dampak positif terhadap efisiensi pengelolaan sampah. Berdasarkan hasil pemantauan Tim K3L FEB UB, penggunaan refill station mampu menekan konsumsi botol plastik sekali pakai pada berbagai kegiatan fakultas serta meningkatkan kesadaran sivitas akademika terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Ketua Tim Green Campus FEB UB menambahkan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh tersedianya fasilitas, tetapi juga oleh perubahan perilaku seluruh warga kampus.
“Fasilitas telah kami sediakan. Kini yang terpenting adalah membangun kebiasaan baru, yaitu membawa tumbler dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam aktivitas sehari-hari. Perubahan kecil yang dilakukan bersama akan memberikan dampak besar bagi lingkungan,” jelasnya.
Ke depan, FEB UB akan terus mengembangkan berbagai program pengelolaan lingkungan, antara lain pengurangan penggunaan kertas melalui digitalisasi administrasi, pemilahan sampah di sumber, pengelolaan sampah organik menjadi kompos, serta peningkatan edukasi mengenai gaya hidup berkelanjutan.
Melalui penyediaan 11 unit Stasiun Pengisian Air Minum, FEB UB menunjukkan komitmennya dalam mendukung pencapaian Green Campus Universitas Brawijaya, mengurangi timbulan sampah plastik, serta mewujudkan lingkungan kampus yang bersih, sehat, nyaman, dan berkelanjutan bagi seluruh sivitas akademika.
#UB #UniversitasBrawijaya_SDG6 #UniversitasBrawijaya_SDG11 #UniversitasBrawijaya_SDG12 #UniversitasBrawijaya_SDG13 #UBGreenCampus #Sustainability