Malang, 7 Mei 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) melalui rangkaian kegiatan Management Entrepreneur Day (MED) FEB UB 2026 menyelenggarakan Management Alumni Talks UB: LPS Edition – When Career Meets Finance yang bertempat di Transmart Lantai 2. Kegiatan ini menghadirkan para praktisi dan pemangku kepentingan di sektor keuangan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai peran strategis Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dalam menjaga stabilitas sistem keuangan Indonesia.
Acara tersebut menghadirkan Hermawan Setyo Wibowo selaku Director Executive Claim Resolusi dan Pengaturan Asuransi LPS serta Bambang S. Hidayat selaku Kepala Kantor Perwakilan LPS 2 yang membawahi wilayah Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan. Kehadiran kedua narasumber memberikan perspektif yang komprehensif mengenai perkembangan industri keuangan serta peran LPS dalam menghadapi dinamika ekonomi nasional.

Dalam pemaparannya, Bambang S. Hidayat menjelaskan mengenai Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebagai lembaga independen yang bertugas menjamin simpanan nasabah perbankan serta turut menjaga stabilitas sistem keuangan. Peserta diajak memahami sejarah berdirinya LPS yang lahir sebagai respons terhadap krisis keuangan dan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sektor perbankan. Selain itu, beliau juga memaparkan fungsi dan tugas utama LPS, termasuk perannya dalam penanganan bank bermasalah serta sinergi yang dijalin bersama Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.
Sementara itu, Hermawan Setyo Wibowo menyampaikan materi yang berfokus pada perkembangan mandat LPS dan implementasi program penjaminan polis. Dalam sesi tersebut, beliau menjelaskan mengenai perluasan mandat LPS setelah adanya penguatan regulasi sektor keuangan, termasuk pembahasan mengenai urgensi penjaminan polis di Indonesia sebagai upaya meningkatkan perlindungan bagi pemegang polis dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap industri perasuransian.
Lebih lanjut, Hermawan juga mengulas berbagai tantangan yang dihadapi dalam proses persiapan aktivasi Program Penjaminan Polis (PPP), mulai dari aspek regulasi, kesiapan industri, hingga penguatan tata kelola yang diperlukan untuk mendukung implementasi program tersebut. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai desain program penjaminan polis yang tengah dipersiapkan sebagai bagian dari transformasi sistem perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa FEB UB tidak hanya memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai peran LPS dalam sistem keuangan Indonesia, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai peluang karier dan tantangan profesional di sektor keuangan. Management Alumni Talks UB diharapkan dapat menjadi wadah pembelajaran yang mempertemukan dunia akademik dengan praktik industri sehingga mampu memperluas wawasan mahasiswa dalam menghadapi perkembangan ekonomi dan keuangan di masa depan.
