MALANG, FEB UB – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) kembali menunjukkan langkah nyata dalam mendukung gerakan Green Campus dan keberlanjutan lingkungan. Melalui inovasi yang dikembangkan oleh staf Pengelola Sistem Informasi dan Kehumasan (PSIK), FEB UB kini memiliki sistem audit dan pemantauan energi cerdas terintegrasi yang dapat diakses kapan saja oleh seluruh civitas academica melalui laman Dashboard Energy Monitoring.

Inovasi ini berhasil mengubah alat pengukur daya listrik konvensional yang sebelumnya bersifat manual menjadi sebuah sistem digital yang interaktif. Langkah ini menjadi bagian penting dari realisasi komitmen fakultas dalam memantau efisiensi energi serta menekan jejak karbon (carbon footprint) di lingkungan kampus.

Pantau Konsumsi Energi dan Jejak Karbon dalam Sekali Klik

Melalui dashboard teranyar ini, data parameter listrik dari berbagai gedung di FEB UB—seperti Gedung E, Gedung F, Gedung Utama, dan Dekanat Lama—tidak lagi sekadar angka mentah. Sistem secara otomatis mengolah data sensor arus (Fasa R, S, T) dan tegangan listrik menjadi informasi esensial yang mudah dipahami, meliputi:

  • Beban Aktif (kW): Fluktuasi beban listrik yang sedang berjalan secara real-time.

  • Konsumsi Hari Ini (kWh): Akumulasi pemakaian listrik harian.

  • Estimasi Biaya (Rp): Konversi konsumsi energi ke dalam nilai rupiah untuk efisiensi anggaran.

  • Jejak Karbon (kg $CO_2$): Estimasi emisi karbon yang dihasilkan dari penggunaan listrik.

  • Butuh Serapan (Pohon): Informasi unik mengenai berapa jumlah pohon yang dibutuhkan untuk menyerap emisi karbon yang dihasilkan pada hari tersebut.

Sebagai contoh, pada pemantauan di Gedung E, sistem mencatat konsumsi energi harian sebesar 7.24 kWh yang setara dengan jejak karbon 6.15 kg $CO_2$, memberikan gambaran nyata bahwa diperlukan setidaknya 103 pohon untuk menyerap emisi tersebut.

Langkah Strategis Menuju Green Campus

Dekan FEB UB menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap terobosan dari tim PSIK ini. Inovasi ini dinilai bukan hanya sekadar pembaruan teknologi, melainkan sebuah instrumen penting untuk mengedukasi warga kampus agar lebih bijak dalam menggunakan energi.

“Dengan adanya transparansi data ini, kita semua bisa mengecek kapan saja gedung mana yang penggunaan listriknya kurang efisien. Ini adalah basis data penting bagi kami untuk melakukan audit energi berkala demi menyukseskan gerakan Green Campus,” ujarnya.

Ke depan, sistem pemantauan ini akan terus dioptimalkan dan diintegrasikan ke seluruh sudut gedung fakultas. Dengan akses informasi yang terbuka sewaktu-waktu, PSIK FEB UB berharap inovasi ini dapat memicu kesadaran kolektif mahasiswa, dosen, serta staf untuk bersama-sama menjaga bumi dari lingkungan kampus terkecil.

Scroll to Top
Skip to content