MALANG, 20 Mei 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) berkomitmen penuh dalam mendorong kemajuan ekonomi regional dengan memfasilitasi forum diskusi tingkat tinggi. Berkolaborasi dengan Bank Indonesia, Universitas Airlangga, ISEI Cabang Surabaya, dan ISEI Cabang Malang, FEB UB sukses menjadi tuan rumah penyelenggaraan agenda bertajuk Road to East Java Economic (EJAVEC) Forum 2026. Forum strategis ini secara resmi dilaksanakan pada Selasa (19/5/2026) bertempat di lingkungan kampus FEB UB.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Road to EJAVEC Forum 2026 mengusung tema utama “Mengakselerasi Pembangunan Wilayah untuk Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur yang Unggul, Inklusif, serta Berkelanjutan Menuju Ketahanan dan Kemandirian Ekonomi Nasional”. Agenda ini menjadi sarana penting dalam melahirkan gagasan kerja sama dan rekomendasi kebijakan konkret yang ditujukan untuk kemajuan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat luas.

Acara berskala regional ini dihadiri oleh jajaran pimpinan instansi dan pakar ekonomi terkemuka, di antaranya:

  • Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Rifki Ismal, PhD.

  • Dekan FEB UB, Abdul Gfar, S.E., M.Si., DBA., Ak.

  • Ketua ISEI Cabang Surabaya, Prof. Dr. Drs. Soni Harsono, M.Si.

  • Ketua ISEI Cabang Malang, Dr. rer. pol. Wildan Syafitri, S.E., M.E.

  • Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Indra Kuspriadi.

Dalam pemaparannya, Ketua ISEI Cabang Malang, Dr. rer. pol. Wildan Syafitri, S.E., M.E., menyoroti tantangan krusial lingkungan hidup yang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi di masa depan. Beliau menekankan perlunya perhatian serius terhadap kondisi kritis Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas serta kesiapan wilayah Jawa Timur dalam menghadapi dampak kekeringan akibat fenomena alam Giant El Nino yang diprediksi mulai terasa signifikan.

Sesi inti forum dilanjutkan dengan panel diskusi ilmiah yang dipandu oleh moderator Dr. Silvi Asna. Diskusi tersebut menghadirkan tiga narasumber ahli lintas sektor, yaitu Prof. Dr. Telisa Aulia Falianti, S.E., M.E., Dias Satria, PhD, dan Firman Afrianto.

Salah satu topik menarik yang dikupas dalam diskusi ini adalah optimalisasi sektor pariwisata melalui transformasi digital. Berdasarkan pemaparan dari Firman Afrianto, saat ini baru tercatat sekitar 28 persen destinasi wisata alam di Jawa Timur yang telah didukung oleh keberadaan website resmi. Minimnya visibilitas digital ini dinilai membatasi potensi objek wisata lokal unggulan, seperti Pantai Tiga Warna di Malang, untuk dikenal secara luas. Oleh sebab itu, peran generasi muda atau Gen Z yang dikenal sebagai digital native sangat diharapkan dapat mengambil andil dalam mengentaskan kesenjangan ekonomi dengan mempercepat digitalisasi pariwisata dan UMKM daerah.

Sejalan dengan hal tersebut, Dias Satria, PhD, memberikan motivasi strategis bagi para mahasiswa terkait pengembangan kapasitas diri di era digital. Beliau menekankan pentingnya bagi generasi muda untuk menemukan role model atau bimbingan yang tepat di awal karier mereka agar mampu melahirkan inovasi dan kolaborasi yang berdampak positif bagi masyarakat.

Kegiatan Road to EJAVEC Forum 2026 diakhiri dengan sukses dan diharapkan mampu mempererat sinergi riset maupun kebijakan operasional antar-instansi ke depan. Seluruh materi dan dokumentasi kegiatan dapat diakses secara transparan oleh para peserta di akhir sesi acara.

Scroll to Top
Skip to content